SMKN 1 Gandapura tetap menjalankan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah selama bulan suci Ramadan. Meski demikian, kegiatan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kondisi guru yang sedang menjalankan ibadah puasa, sehingga tidak bersifat berat dan tidak menguras tenaga.
Kegiatan bersih lingkungan sekolah itu dilaksanakan secara terjadwal dan hanya melibatkan guru. Mereka membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, taman, serta area sekitar lingkungan sekolah dengan tugas yang ringan seperti menyapu, merapikan meja dan kursi, serta memungut sampah.
Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan dan budaya sekolah setiap sabtu. "Ramadan bukan menjadi alasan untuk berhenti menjaga kebersihan. Namun tentu saja kami sesuaikan agar tidak memberatkan guru yang sedang berpuasa,” ujarnya, Sabtu 28 Febuari 2026.
Ia menjelaskan, sekolah memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Menurutnya, kebersihan sekolah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi juga seluruh warga sekolah.
“Kami ingin menanamkan karakter peduli lingkungan. Dengan terbiasa menjaga kebersihan, warga sekolah akan memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas sekolah. Ini bagian dari pendidikan karakter yang tidak kalah penting dari pembelajaran di kelas,” katanya.
Feri juga menambahkan, bahwa kegiatan bersih-bersih dilakukan dalam waktu yang singkat dan tidak di bawah terik matahari langsung. Pihak sekolah mengatur jadwal agar guru tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.
“Kami pastikan kegiatan ini ringan, tidak menguras energi, dan tetap dalam pengawasan sekolah. Tujuannya bukan untuk membuat guru lelah, tetapi membiasakan mereka hidup bersih dan disiplin,” paparnya.
Menurutnya, menjaga kebersihan di bulan Ramadan justru menjadi bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan. Lingkungan yang bersih, lanjut Feri, akan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan menambah semangat siswa dalam menjalani aktivitas selama bulan penuh berkah tersebut.
“Kebersihan adalah bagian dari iman. Jadi kami ingin guru memahami bahwa menjaga lingkungan sekolah tetap bersih juga merupakan bagian dari ibadah. Dengan sekolah yang bersih dan sehat, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih nyaman,” tutupnya
Penulis Nurliana
Editor Humas




