SMKN 1 Gandapura Gelar Ramadhan Paradise, Kepsek Ajak Siswa Implementasikan Tujuh Peubiasa Aneuk Aceh Meutuah Ngon Meuadab

SMKN 1 Gandapura, Bireuen, menggelar pelaksanaan amaliah Ramadan Paradise di sekolah. Kegiatan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa di bulan Ramadhan, namun tetap mempedomani surat edaran dari Dinas Pendidikan Aceh dan menyesuaikan dengan berbagai kegiatan.

Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan SSi MPd mengatakan, kegiatan yang mengusung tema "Membentuk Karakter Siswa Melalui Penguatan Literasi dan Penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Hebat Aceh Meutuah" berlangsung 23 Februari sampai 14 Maret 2026.

Ramadhan paradise ini bertujuan memfasilitasi generasi milenial agar lebih berakhlakul karimah dan produktif selama Ramadhan. 

Kegiatan perdana diikuti oleh siswa kelas X dan kelas XI, berlangsung di selasar sekolah setempat, Senin (23/2/2026) untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa di bulan suci Ramadhan. Hari pertama, penyampaian materi disampaikan  Tgk Burhanuddin Usman imum syik Masjid Besar Taqwa Gandapura Bireuen dengan materi ibadah haji. Adapun materi hari-hari selanjutnya tentang Aqidah Akhlak, Alquran Hadist, Fiqih, hingga Sejarah Peradaban Islam.

Lebih lanjut, kepala SMKN 1 Gandapura menyebutkan, pada libur awal Ramadhan para siswa diarahkan membuat karya tulis atau essay dengan tema Resolusi Ramadhan Ku.

Kepsek juga menyebutkan, selama 23 Februari sampai dengan 14 Maret 2026 kegiatan belajar mengajar dalam upaya penerapan Tujuh Peubiasa Aneuk Aceh Meutuah Ngon Meuadab, yaitu bangun sahur, beribadah,  gemar belajar, bersilaturahmi/saling berbagi, berbuka sehat, gemar membaca Al Quran dan berperilaku jujur.

Sementara wali kelas, guru wali, dan wali murid memantau pembiasaan aktivitas siswa melalui Jurnal Ramadhan yang berfokus pada Tujuh Peubiasa Aneuk Aceh Meutuah Ngon Meuadab. Nantinya jurnal ini diperiksa secara individu dan dapat dijadikan nilai tambah pembentukan budi pekerti siswa pada mapel yang relevan.

Lebih lanjut, Feri Irawan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter akhlak mulia para siswa, termasuk menjadi pondasi siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat

“Semoga dengan kegiatan ini dapat menambah keimanan dan ketaqwaan siswa, sehingga akan terbentuk karakter akhlak yang karimah dan menjadi generasi penerus Bangsa Indonesia yang unggul,’’ ujarnya.

Selanjutnya,  kegiatan libur akhir Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 16-24 Maret 2026. 

Dengan berbagai program yang dirancang diharapkan para siswa  akan lebih memahami berbagai sisi tentang Islam dan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis Nurliana

Editor Humas