Aksi Nyata Penandatanganan Komitmen Murid & Orang Tua dengan SMKN 1 Gandapura di H3 MPLS Sekolah


Kehadiran orang tua secara simbolis dalam aksi nyata komitmen dengan sekolah saat MPLS hari ketiga Rabu (15/7) adalah bukti konkret kolaborasi demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perpeloncoan. 

Menurut Kepala SMK Negeri 1 Gandapura Feri Irawan, S.Si.,M.Pd., pada pelaksanaan MPLS Ramah 2026, keterlibatan orang tua diposisikan sebagai pilar utama transisi anak menuju jenjang pendidikan baru.


"Bentuk aksi nyata komitmen tersebut berupa mandat pendidikan anak secara sadar kepada sekolah sekaligus menyepakati tata tertib bersama," jelas kepala sekolah.

Penandatanganan dokumen komitmen merupakan wujud nyata ikatan kesepakatan antara orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama mengawal tumbuh kembang dan pendidikan anak. 

Lebih lanjut, Feri Irawan, melalui tanda tangan di atas materai, orang tua menyatakan dukungan penuh terhadap aturan, visi, serta program pengembangan karakter maupun akademik anak.


Dalam kesempatan yang sama, salah satu orang tua murid baru menyatakan bahwa penandatanganan  antara dirinya sebagai orang tua murid, dan sekolah adalah dokumen komitmen bersama untuk mematuhi tata tertib, menjunjung nilai-nilai moral, dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar.

"Komitmen ini memuat poin kesiapan mentaati peraturan sekolah, larangan tindakan negatif (seperti bullying atau tawuran), dan persetujuan orang tua untuk memantau serta mendampingi pendidikan anak," paparnya.

Berikut adalah bentuk-bentuk implementasi dari komitmen tersebut.

1. Mendukung Tata Tertib. Mematuhi seluruh kebijakan sekolah, memastikan anak hadir tepat waktu, dan memberikan sanksi edukatif di rumah jika diperlukan.

2. Pendampingan Belajar. Bersedia meluangkan waktu secara konsisten untuk memantau tugas sekolah, mengulang pelajaran, dan membatasi penggunaan gawai (screen time).

3. Kolaborasi Aktif. Bersedia hadir dalam undangan rapat sekolah, seminar parenting, atau pertemuan evaluasi perkembangan anak.

4. Komunikasi Dua Arah. Menjalin komunikasi yang baik dan terbuka dengan wali kelas atau guru bimbingan konseling terkait kendala yang dialami anak.

5. Penguatan Karakter. Membiasakan nilai-nilai moral dan pembiasaan positif di lingkungan rumah.

Penulis/editor Humas

Lebih baru Lebih lama