SMKN 1 Gandapura Terima Tiga Penghargaan di Momen Hardikda


Sebanyak enam guru dan dua kepala sekolah jenjang SMA/SMK/SLB Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Kabupaten Bireuen, Rabu (2/9/2026) menerima piagam penghargaan dari Plt. Kepala Cabdisdik Wilayah Kabupaten Bireuen, Yusnita, SE.,Ak. M.Pd dalam rangkaian memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) tahun 2026. Kegiatan upacara yang dipusatkan di SMAN 1 Kuala, Bireuen, diikuti ratusan peserta yang terdiri atas siswa, guru, dan kepala sekolah di halaman sekolah setempat.

Adapun para guru dan kepala sekolah  memperoleh penghargaan yaitu enam orang sebagai Fasilisator Pembelajaran Mendalam-KKA Aceh, yakni Muhammad, S.Pd.I (SMA Negeri 1 Samalanga), Julaidar, S.Pd.,M.Pd (SMK Negeri 1 Gandapura), Dr. Istiarsyah, S.Pd.I., S.Pd., M.Ed (SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen), Indra Amsal, S.Pd.,Gr. (SLB Negeri Bireuen), Husniati, S.Pd. (SMA Negeri 3 Samalanga), dan Ermawati, S.Kom, M.Kom (Kepala SMK Negeri 1 Jeunieb).

Kemudian, Junaidi, ST (SMK Negeri 1 Gandapura) sebagai Guru Inovatif. Junaidi, guru teknik pengelasan SMKN 1 Gandapura bersama tiga siswa bimbingannya, yakni Arief Maulana dan Muhammad Al Farishi (keduanya dari Teknik Kendaraan Ringan), dan Zahiru Rafa Habib (dari Teknik Pengelasan) berhasil menciptakan Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Asap Rokok Terintegrasi IoT pada Toilet Siswa. Saat ini, mereka sedang mengikuti STEAMpreneur SMK 2026, adalah program kokurikuler dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mengajak siswa SMK untuk membuat inovasi solusi lingkungan berbasis STEAM dan kewirausahaan.

Selanjutnya, Kepala Sekolah Inspiratif diberikan kepada Kepala SMK Negeri 1 Gandapura, Feri Irawan, S.Si.,M.Pd. Kepala Sekolah Inspiratif diberikan sebagai bentuk apresiasi kepala sekolah memimpin dengan ide-ide inovatif, berdampak nyata, dan berorientasi penuh pada kemajuan peserta didik, mampu merangkul guru, tenaga kependidikan, serta dunia industri untuk memajukan pendidikan vokasi.

Penyerahan penghargaan ini dilakukan dalam rangkaian pelaksanaan upacara peringatan Hardikda, di lapangan upacara SMAN 1 Kuala.  Dalam upacara tersebut, Plt. Kepala Cabdisdik Wilayah Kabupaten Bireuen, Yusnita SE Ak MPd membacakan  amanat tertulis  Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Dalam pidatonya, Yusnita menyampaikan Hari Pendidikan Daerah bukan hanya sebuah peringatan. Bukan hanya upacara. Bukan hanya spanduk dan seremonial. Hardikda adalah momentum untuk kita melihat kembali, Sudah sejauh mana pendidikan Aceh maju? Sudah sejauh mana anak-anak Aceh mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan yang paling penting, sudah sejauh mana pendidikan mampu mengubah masa depan anak-anak kita. Karena kita semua memahami, masa depan Aceh sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini.

Tema ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Pendidikan unggul bukan hanya soal capaian akademik, tetapi juga bagaimana kita membentuk karakter, kreativitas, dan inovasi generasi muda Aceh agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Yusnita berharap sesuai dengan tema Hardikda, "Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul, dan Bermartabat", pendidikan bukan hanya tugas guru di ruang kelas, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen.

"Di momentum Hardikda ini, mari satukan langkah, bergandeng tangan, dan ambil peran untuk mewujudkan pendidikan Aceh yang unggul dan bermatabat. Setiap suara, setiap aksi, dan setiap kolaborasi adalah bagian penting dari perubahan. Bersama, kita bisa menciptakan ruang belajar yang aman, membebaskan potensi, dan mengantarkan anak-anak Aceh menuju masa depan gemilang," tegas Yusnita.

Yusnita berharap sesuai dengan tema Hardikda, "Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul, dan Bermartabat", pendidikan bukan hanya tugas guru di ruang kelas, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen.

"Di momentum Hardikda ini, mari satukan langkah, bergandeng tangan, dan ambil peran untuk mewujudkan pendidikan Aceh yang unggul dan bermatabat. Setiap suara, setiap aksi, dan setiap kolaborasi adalah bagian penting dari perubahan. Bersama, kita bisa menciptakan ruang belajar yang aman, membebaskan potensi, dan mengantarkan anak-anak Aceh menuju masa depan gemilang," tegas Yusnita. (SR)

Lebih baru Lebih lama