Ratusan murid dan guru SMKN 1 Gandapura gelar aksi selamatkan bumi pada Selada, 21 April 2026 di halaman sekolah setempat
Salah satu dari serangkaian agenda Peringatan Hari Kartini dengan tema Kartini Vokasi Aceh: Membangun Ekonomi Bangsa dari SMK, ke 147 tahun 2026 di SMKN 1 Gandapura adalah Deklarasi “Save Earth".
Menurut Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, SSi MPd, peringatan Hari Kartini bukan sekadar peringatan sejarah, tapi momentum untuk mengingat bahwa perjuangan kesetaraan gender dan akses pendidikan masih sangat relevan hingga hari ini. Melalui tema dan aktivitas yang tepat, kita dapat menyalakan semangat Kartini di hati setiap orang, dari siswa hingga profesional, dari keluarga hingga masyarakat luas.
Seperti slogan "Habis gelap terbitlah terang", namun kegelapan yang mengancam hari ini bukan sekadar kejahatan dan ketidaksetaraan, melainkan juga krisis iklim, degradasi lingkungan, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan.
Feri menjelaskan, secara lebih dekat, perjuangan perempuan untuk lingkungan bisa hadir dalam praktik sehari-hari: dari dapur yang memilih bahan lokal, pasar yang mempromosikan produk organik, hingga rumah yang mulai mengurangi plastik.
Jika Kartini dulu menulis surat untuk membuka ruang berpikir, perempuan masa kini menggerakkan komunitas untuk menyelamatkan bumi.
Kita bisa melihat bagaimana tokoh wanita Aceh mada kini, Farwiza Farhan, yang melindungi ekosistem Leuser, hutan hujan tropis terakhir di Sumatra. Inilah yang di sebut Kartini masa kini, yang menjadikan cinta pada bumi sebagai bentuk tertinggi dari perjuangan.
Feri mengutarakan, dengan mendeklarasikan penggunaan tumbler di sekolah, harapannya dapat meningkatkan peran mereka dalam menjaga lingkungan menuju sekolah ASRI.
Menjadi Kartini Vokasi
Kartini vokasi masa kini tidak hanya berjuang untuk kesetaraan gender, tetapi juga beraksi sebagai agen perubahan dalam menjaga ekologi, mulai dari memilah sampah rumah tangga hingga melestarikan tanah.
Melalui semangat Kartini, mari memaknai emansipasi sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan bumi.
Aksi ini menegaskan bahwa semangat perjuangan Kartini terus berevolusi, merangkul aspek keadilan ekologi sebagai bagian dari pemberdayaan perempuan.
Maka di Hari Kartini ini, mari kita rayakan bukan hanya emansipasi perempuan, tetapi juga kontribusinya dalam menyelamatkan planet ini. Sebab, seperti yang dikatakan Vandana Shiva, “Menjadi ekologis berarti menjadi feminis.”
Ayo menjadi Kartini masa kini yang mampu membawa perubahan positif melalui kreasi dan inovasi, melanjutkan semangat perjuangan emansipasi dengan menjaga bumi.
Kartini Vokasi adalah mereka yang berani menembus batasnya, dan itu ada di perempuan-perempuan Skandara (singkatan dari SMKN 1 Gandapura).
Mari kita jadikan Hari Kartini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi bagi bangsa.
Penulis SR
Editor Humas



