![]() |
| Siswa Agribisnis Ternak Ruminasia (ATR) dibawah pengawasan Guru Peternakan, disaat Ujian Kompetensi |
Gandapura | Ditengah hamparan sawah tadah hujan dan kebun-kebun milik warga Desa Keude Lapang, berdiri kokoh sebuah lembaga pendidikan yang menyalakan harapan bagi generasi muda: SMK Negeri 1 Gandapura.
Berlokasi di kawasan perbukitan, sekitar 150 meter dari pusat Kota Geurugok Kecamatan Gandapura, sekolah ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan tidak harus lahir dari hiruk-pikuk perkotaan.
Meski berada di daerah perbukitan, semangat para pelajar dari berbagai penjuru Kabupaten Bireuen tak pernah surut untuk menimba ilmu di sekolah kejuruan yang terus berkembang ini.
Kepala SMK Negeri 1 Gandapura, Feri Irawan, S.Si, M.Pd, menegaskan, sekolah yang berdiri sejak tahun 2007 tersebut memiliki visi besar: melahirkan lulusan yang siap menjadi pelaku usaha berbasis keahlian, baik di bidang peternakan, ekonomi kreatif, maupun teknologi.
Menurut pria yang juga dinobatkan sebagai Kepala SMKN Inovatif Aceh 2024 itu, letak sekolah di kawasan perbukitan bukanlah hambatan, melainkan peluang besar untuk membuka wawasan siswa agar mampu membangun usaha di kampung halamannya sendiri, tanpa harus berbondong-bondong urbanisasi ke kota.
“Keude Lapang sangat potensial dikembangkan menjadi kawasan agribisnis bahkan agro wisata. Wilayah ini cocok untuk pertanian seperti singkong dan pisang yang dapat diintegrasikan dengan peternakan,” ujarnya.
Dengan dukungan 69 tenaga pendidik, SMKN 1 Gandapura menerapkan kurikulum Edutechpreneur Islami, sebuah konsep pendidikan yang memadukan teknologi, kewirausahaan, dan nilai-nilai keislaman demi membentuk karakter siswa yang tangguh.
Adapun program keahlian yang tersedia saat ini meliputi: Agribisnis Ternak Unggas (ATU), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), Kesehatan Hewan (Keswan), Animasi, Desain dan Produksi Busana (DPB), Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Pengelasan.
“Daerah ini kaya akan bahan baku pakan dan hijauan, sehingga sangat mendukung pembelajaran peternakan,” jelas Feri.
Ia juga menyampaikan filosofi pendidikan yang menjadi ruh sekolah tersebut,
“Sekolah bukan sekadar mengantar siswa mampu menjawab soal ujian, tetapi memastikan mereka mampu menjawab tantangan kehidupan.”
Karena itulah, SMKN 1 Gandapura dikenal sebagai sekolah kehidupan nyata, tempat siswa dibina dengan budaya spiritual, budaya kewirausahaan, dan budaya kepemimpinan.
Kerjasama dengan Swasta
Dalam mendukung pengembangan siswa, pihak sekolah aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pelaku usaha, industri, peternakan ayam dan sapi, serta UPT dan balai pemerintah, baik di dalam maupun luar Kabupaten Bireuen.
Kerja sama ini membuka jalan luas bagi siswa untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia industri.
Kepala Program Studi Peternakan, Edi Saputra, S.Pt, M.Pt, mengungkapkan, salah satu keunggulan sekolah ini adalah mudahnya siswa mendapatkan tempat PKL, meski harus bersaing dengan sekolah lain pada waktu yang bersamaan.
Bahkan, banyak lulusan SMKN 1 Gandapura yang telah terserap di dunia kerja sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Tidak jarang mitra sekolah justru meminta lulusan dari sini untuk bekerja di perusahaan mereka,” ungkap Edi alumnus Fakultas Peternakan USK tersebut.
SMKN 1 Gandapura bukan sekadar tempat belajar, tetapi ladang pembinaan masa depan. Dari kawasan perbukitan sederhana, sekolah ini terus melahirkan generasi muda yang terampil, berkarakter, dan siap menjadi pengusaha mandiri.
Dari desa, untuk dunia. Dari sekolah, menuju masa depan gemilang. []
Penulis: Sofyan
Editor: Humas/ SR
