Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) membuka program SMK Go Global Batch I 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi lulusan SMKN 1 Gandapura untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mendapatkan akses menuju peluang kerja di luar negeri melalui jalur yang resmi dan prosedural.
Program SMK Go Global dirancang untuk mempersiapkan talenta vokasi Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional. Peserta akan mendapatkan penguatan keterampilan, pelatihan yang sesuai kebutuhan negara tujuan, sertifikasi, serta dukungan dalam proses penempatan.
"Mereka ini telah memenuhi persyaratan, setelah mengikuti tes tertulis dan wawancara. Akhirnya, setelah menjalani serangkaian seleksi, mereka dinyatakan lulus. Mereka yang lulus kami fasilitasi melakukan pendaftaran ulang di sekolah untuk selanjutnya mengikuti pelatihan sebelum proses penempatan,"jelas Zakiah.
Adapun mereka yang lulus dan kami fasilitasi pendaftaran ulang untuk Pelatihan Bahasa Jepang (SSW) hari ini Sabtu (22/8) di UPT BLKI Aceh Utara, 25 Agustus s.d 09 November 2026, yakni dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan: Ahlul Nuriski, Sadly Adhitya Prayetno, Fauzan Azima, Irhamna, Rangga Aditya Tarigan, dan Rajul Fikri.
Selanjutnya dari jurusan Teknik Pengelasan: Muhammad Fahri Ainur Rauf, Muhammad Zaky Efendi, Hafidh Athailah, Rizki Ramadhan.
Semetara, Pelatihan Welder dan Bahasa Inggris diikuti oleh Muhammad Nuji (TKR)
Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menyiapkan lulusan SMK agar memiliki kompetensi yang sesuai standar kerja global sekaligus memperoleh akses penempatan kerja luar negeri secara lebih terarah dan terlindungi.
Wakabid Humas, Julaidar, SPd MPd , menjelaskan bahwa lulusan SMKN 1 Gandapura yang lolos mengikuti pelatihan program SMK Go Global dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, memperoleh pengalaman internasional, dan memperluas peluang karier di pasar kerja global.
"Program SMK Go Global sendiri akan mengintegrasikan antara pendidikan vokasi di Indonesia dengan kebutuhan tenaga kerja terampil di luar negeri. Nantinya peserta yang bergabung dengan program tersebut akan mendapatkan subsidi pelatihan keterampilan kerja dan keterampilan bahasa. Dengan bekal keterampilan tersebut lulusan SMK bisa kerja di luar negeri, jelasnya
Perlu diketahui bahwa saat ini program Go SMK Global telah berjalan. Program tersebut diselenggarakan melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang menggandeng balai latihan kerja (BLK) dan lembaga pelatihan kerja (LPK) swasta. BLK dan LPK akan merekrut sekaligus melatih lulusan SMK yang berminat kerja di luar negeri.
Lebih lanjut, Julaidar, fasilitas pelatihan ini umumnya disubsidi pemerintah (gratis, termasuk akomodasi/konsumsi tertentu pada periode pelatihan aktif) melalui koordinasi Kementerian P2MI dan BP3MI di berbagai wilayah.
Program ini membuka peluang bagi lulusan dan talenta SMKN 1 Gandapura untuk mempersiapkan diri bekerja di luar negeri, dengan target 40.000 penempatan kerja sepanjang 2026. (SR)
Editor Fodic



