SMK Go Global 2026, 15 Lulusan SMKN 1 Gandapura Berpeluang Kerja ke Luar Negeri


Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) membuka program SMK Go Global Batch I 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi lulusan SMKN 1 Gandapura untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mendapatkan akses menuju peluang kerja di luar negeri melalui jalur yang resmi dan prosedural.

Program SMK Go Global dirancang untuk mempersiapkan talenta vokasi Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional. Peserta akan mendapatkan penguatan keterampilan, pelatihan yang sesuai kebutuhan negara tujuan, sertifikasi, serta dukungan dalam proses penempatan.

Sejumlah negara menjadi tujuan penempatan program ini, di antaranya Malaysia, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, kawasan Timur Tengah, dan negara-negara Eropa. Bidang pekerjaan yang tersedia juga cukup beragam, mulai dari kesehatan, hospitality, manufaktur, transportasi, agrikultur, konstruksi, hingga sektor seabased.

Menurut Wakabid Humas SMKN 1 Gandapura Julaidar, SPd MPd, ada lima belas alumni SMKN 1 Gandapura dari tiga jurusan mendaftar program SMK Go Global 2026 ini secara daring melalui kanal yang disediakan BP3MI. 

"Setelah dokumen diunggah, mereka menjalani verifikasi administrasi. Peserta yang memenuhi persyaratan kemudian mengikuti tes tertulis dan wawancara sebelum masuk tahap pengumuman kelulusan. Akhirnya, setelah menjalani serangkaian seleksi, 11 peserta (SSW) dari 15 peserta (SSW dan Kaigo) yg mendaftar dinyatakan lolos, sementara 4 peserta lagi (Kaigo) sedang menunggu pengumuman. Selanjutnya mereka yang lulus melakukan pendaftaran ulang dan mengikuti pelatihan sebelum proses penempatan,"jelas Julaidar.

Adapun mereka yang lulus, yakni Rangga, Aditya, Irhamna, Rajul Fikri, Fauzan Azima, Hafidh Athailah, Fahri Ainur Rauf, Rizki Ramadhan, Muhammad Nuji,  Ahlul Nuriski, dan Muhammad Zaky Efendy. Mereka alumni dari jurusan teknik pengelasan dan teknik kendaraan ringan tahun 2026.

Mereka akan  mengikuti Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia Tahun 2026 Batch I selama tiga bulan di UPTD BLKI Aceh Utara, 25 Agustus s.d 9 November 2026.

Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menyiapkan lulusan SMK agar memiliki kompetensi yang sesuai standar kerja global sekaligus memperoleh akses penempatan kerja luar negeri secara lebih terarah dan terlindungi.

Julaidar menjelaskan bahwa lulusan SMKN 1 Gandapura yang lolos mengikuti pelatihan program SMK Go Global dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, memperoleh pengalaman internasional, dan memperluas peluang karier di pasar kerja global.

"Program SMK Go Global sendiri akan mengintegrasikan antara pendidikan vokasi di Indonesia dengan kebutuhan tenaga kerja terampil di luar negeri. Nantinya peserta yang bergabung dengan program tersebut akan mendapatkan subsidi pelatihan keterampilan kerja dan keterampilan bahasa. Dengan bekal keterampilan tersebut lulusan SMK bisa kerja di luar negeri, jelasnya 

Perlu diketahui bahwa saat ini program Go SMK Global telah berjalan. Program tersebut diselenggarakan melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang menggandeng balai latihan kerja (BLK) dan lembaga pelatihan kerja (LPK) swasta. BLK dan LPK akan merekrut sekaligus melatih lulusan SMK yang berminat kerja di luar negeri.

Menurut Feri Irawan, SSi MPd Kepala SMKN 1 Gandapura, tahun 2026 ada tiga negara yang menjadi tujuan pengiriman tenaga kerja terampil SMK yaitu Jepang, Jerman, dan Turki.

"Terkait jenis pekerjaannya, untuk sementara ini baru ada tiga jenis keterampilan yang difokuskan yaitu caregiver (pengasuh), welder (pekerja las) dan hospitality, "papar Feri Irawan.

Feri menambahkan, durasi pelatihan juga disesuaikan dengan bidang yang dipilih, misalnya untuk bidang welder dapat mencapai 4 bulan, sedangkan hospitality bisa lebih cepat karena hanya membutuhkan waktu 2 bulan, jelasnya.

"Alhamdulillah, alumni tahun ini (2026) ada 11 orang yang lulus. Nantinya mereka mendapatkan pembekalan keterampilan teknis vokasi, sertifikasi kompetensi, serta pelatihan bahasa asing (seperti bahasa Jepang untuk jalur Specified Skilled Worker atau 

SSW). Hari ini, Sabtu  22 Agustus 2026, bersama pengawas Pembina Abd. Fatah, ST, Ketua BKK Cut Zakiah, SPd, Ketua Jurusan Otomotif Juwaini, SPd, dan Ketua Tim Kreatif Sofyan, SPd, melepas mereka untuk mengikuti Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia Tahun 2026 Batch I di sekolah," jelas Kepala SMKN 1 Gandapura.

Lebih lanjut, Feri Irawan, fasilitas pelatihan ini umumnya disubsidi pemerintah (gratis, termasuk akomodasi/konsumsi tertentu pada periode pelatihan aktif) melalui koordinasi Kementerian P2MI dan BP3MI di berbagai wilayah.

Program ini membuka peluang bagi lulusan dan talenta SMKN 1 Gandapura untuk mempersiapkan diri bekerja di luar negeri, dengan target 40.000 penempatan kerja sepanjang 2026. (SR)

Editor Humas

Lebih baru Lebih lama