Dukungan terhadap produk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus digelorakan SMK Negeri 1 Gandapura, Bireuen, termasuk gerakan "Bela dan Beli Produk SMK" yang dicanangkan untuk memperkuat ekosistem wirausaha mandiri di sekolah.
Camat Gandapura Birul Walidin, S.STP., M.Ec.Dev. yang baru dilantik Bupati Bireuen pada akhir Juni 2026 lalu, mendukung proses produksi dan pemasaran produk BLUD Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Gandapura.
Menurutnya, kegiatan industri di lingkungan sekolah kejuruan ini selain menjadi peluang bisnis yang menguntungkan juga bisa mendidik dan membuka lapangan kerja baru di berbagai bidang. Dukungan tersebut disampaikan Birul Walidin saat menerima tim Humas SMK Negeri tersebut di ruang kerjanya, Senin (10/08/2026) siang.
Camat Gandapura mengatakan salah satu cara memberi kepercayaan dan penghargaan kepada siswa SMKN 1 Gandapura adalah dengan menggunakan produk atau hasil karya siswa SMKN 1 Gandapura.
“Jika masyakat ingin membeli, seperti Telur Puyuh, Susu Kambing, atau souvenir untuk pesta, beli saja hasil karya siswa SMKN 1 Gandapura. Dengan demikian selain menghargai, kita juga menaruh kepercayaan terhadap produk hasil karya siswa SMKN 1 Gandapura. Produk siswa SMKN 1 Gandapura tidak kalah berkualitas,” ujar Birul Walidin saat memberikan keterangan setelah penandatangan MoU dengan SMKN 1 Gandapura.
Melihat tampilan produknya dan rasa "Susu Kambing-nya", Birul Walidin pun mengapresiasi produksi karya anak SMK Negeri 1 Gandapura.
“Kemampuan anak-anak SMKN 1 Gandapura meracik Susu Kambing bermerk "Good Goat" sendiri sudah satu keunggulan, lebih-lebih ini bisa di branding dan diproduksi dalam jumlah banyak, tentunya kita patut mengpresiasi,” kata Birul Walidin.
Namun demikian, apresiasi saja menurutnya tidak cukup. Harus ada komitmen dari masyarakat konsumen, termasuk pemerintah untuk membeli dan menggunakan produk SMKN 1 Gandapura. Birul meyakini, dengan dukungan komponen berkualitas dan kendali mutu yang baik saat proses pembuatan, Produk produksi BLUD SMKN 1 Gandapura ini akan mampu bersaing. Terlebih lagi, jika ditunjang dengan layanan purna jual.
Birul menambahkan, strategi promosi juga sangat mempengaruhi pengenalan produk ini di pasaran. “Dari harga jualnya sudah cukup bersaing, tinggal strategi promosinya. Karena ini produk bagus tentunya konsep kecintaan dan bangga membeli produk buatan SMK bisa dikedepankan,” sarannya.
Di tempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Gandapura Julaidar, S.Pd, yang diwakili tim kreatif Humas, Sofyan, S.Pd mengungkapkan di SMKN 1 Gandapura, siswa tidak hanya dibekali pendidikan keahlian peternakan dan bidang lainnya, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan usaha produktif.
"Dengan mengusung brand Esm by Smkn1gandapura, sekolah kami menghadirkan beragam produk kreatif dari tiga program keahlian unggulan sekolah,"jelas Sofyan.
Sofyan menambahkan, Program Keahlian Agribisnis Ternak menawarkan susu kambing Good Goat serta telur puyuh rebus dan mentah. Sementara Jurusan Desain Pemodelan Busana menghadirkan mukena, celemek, pakaian, hingga aksesori gantungan kunci bergaya modern dan elegan. Tak kalah menarik, Jurusan Teknik Pengelasan menampilkan bangku kreatif yang memadukan fungsi dan sentuhan seni.
Di akhir pertemuan, baik Birul Walidin maupun Sofyan berharap pemerintah daerah dapat membantu pemasaran produk SMK tersebut. “Kami berharap, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Daerah bisa ikut memasarkan karya anak-anak SMK. Dengan berkembangnya produk ini nanti, maka proses pendidikan kejuruan untuk mencetak tenaga terampil akan semakin dinamis, selain membantu membuka lapangan kerja baru bagi para lulusannya,” tutupnya. (Fodic)
Editor Tim Kreatif Humas

