Taman kelas sebagai area hijau atau sudut hidup di sekitar ruang belajar sebagai sumber energi utama yang menghidupkan suasana hati, kreativitas, dan kesehatan mental siswa serta guru. Konsep ini memandang kelas bukan sekadar ruang kaku berisi meja dan kursi, melainkan ekosistem yang bernapas, dinamis, dan manusiawi.
Taman kelas yang unik dapat membuat suasana belajar lebih menyenangkan, asri, dan penuh inspirasi. Keunikan ini biasanya berasal dari konsep kreatif, pemanfaatan barang bekas, atau keterlibatan siswa dalam merawatnya
Menurut ajaran agama Islam, kebersihan sebagian dari iman, amanah itulah yang menjadikan dasar bagi SMKN 1 Gandapura untuk mewajibkan kepada seluruh siswa dan dewan guru serta tendik untuk terus memelihara keindahan dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah termasuk taman-taman kelas.
Adapun cara yang diupayakan oleh para siswa SMKN 1 Gandapura untuk menciptakan keindahan lingkungan kelasnya adalah dengan berinisiatif untuk membuat taman kelas. Berbagai tanaman ditanam dalam pot dan taman kelas untuk menciptakan keindahan lingkungan belajar.
Kepala SMKN 1 Gamdapura Feri Irawan menerangkan taman kelas bisa berfungsi sebagai media interaktif untuk meningkatkan kolaborasi, kepedulian, dan dolidaritas murid melalui alam.
Lebih lanjut Feri Irawan menerangkan, dengan keberadaan taman kelas setidaknya memberikan berbagai manfaat baik dalam segi pendidikan, sosial, dan lingkungan.
Pertama, nembangun rasa tanggung jawab. Dengan membuat dan menata taman maka wali kelas akan melibatan seluruh murid di kelas untuk merawat taman sehingga melatih mereka untuk bertanggung jawab atas tugas yang diberikan misalnya menyiram dan memberikan pupuk.
Kegiatan perawatan seperti menyiram dapat dilakukan sebelum pulang dengan pembagian yang jelas antara membersihkan kelas dan juga meyiram tanaman agar tetap tumbuh.
Kedua, meningkatkan kolaborasi antarmurid di kelas. Adanya program kelas yang menciptakan kelas yang nyaman dan keberadaan taman kelas mendorong murid untuk bekerja sama. Murid berbagi ide, membagi tugas, dan menghadapi tantangan bersama dalam menciptakan dan merawat tanaman. Sementara wali kelas mendampingi dan melakukan evaluasi secara berkala sesuai kebutuhan.
Ketiga, mengasah kreativitas. Sejatinya setiap murid memiliki keunikan masing-masing sehingga sayang asset yang dimiliki tidak diperdayakan secara optimal. Dengan menggunakan pemantik untuk memberikan stimulus sudah membuka pemikiran berubah ide kreatif guna mengekrepreasikan idenya mulai dari memilih jenis tanaman dan merancang tata letak taman.
Keempat, nenumbuhkan kepedulian pada lingkungan. Pelibatan seluruh murid di kelas dalam merawat tamanan setidakya murid belajar untuk lebih peduli dengan lingkungan. Untuk itu, wali kelas perlu memberikan kesadaran pemahaman pentingnya tanaman dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan manfaat ruang hijau bagi kesehatan dan kesejukan kelas.
Untuk mewujudkan manfaat tersebut tidak lepas peranan wali kelas yang menjadi motivator penggerak dan fasilitator yang memberikan pemahaman kesadaran pada murid. Wali kelas bertugas mengarahkan setelah adanya pembagian tugas secara adil dengan memberikan panduan teknis yang jelas dan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik.
Keberadaan wali kelas memiliki peran yang signifikan untuk bersama-sama bekerja demi satu tujuan yang sama yakni menciptakan taman kelas. Wali kelas dapat memanfaatkan jam kosong untuk menata kelas agar nyaman sebagai tempat pembelajaran.
Semua kerja keras dan dukungan murid di kelas tentu berdampak positif bagi murid. Setiap kegiatan memiliki tantangan tersendiri. Bagaimana pendekatan wali kelas untuk mengenali anak didiknya sepenuh hati sehingga mudah diarahkan dan tahu akan tugas serta tanggung jawabnya. Dengan begitu, dampaknya dapat meningkatkan keterampilan praktis tapi juga mengembangkan emosional.
Murid tidak hanya ego dan mementingkan diri sendiri tapi murid memiliki satu ikatan yang sama untuk mewujudkan lingkungan kelas yang nyaman. Dengan interaksi mereka dengan alam, murid belajar bagaimana murid menghargai kehidupan dengan menanam tanaman.
dengan keindahan taman kelas mampu memberikan rasa nyaman dan tentram saat pembelajaran berlangsung, proses belajar juga akan bertambah semangat dan tidak membosankan.
“Oleh karena itu didepan setiap kelas dibuatkan taman yang harus dipelihara agar keindahannya selalu terjaga sehingga tidak bosan memandangnya, ditambah lagi dengan semerbak harum bau bunganya yang masuk kedalam kelas,’’ terangnya.
Sebagai penaggung jawab teknis pengadaan dan pemeliharaan taman Herni Gusnita, SPd menjelaskan untuk menciptakan keindahan lingkungan kelasnya dengan memelihara taman kelas, berbagai tanaman ditanam ditaman kelas dan taman madrasah. “Semoga kondisi taman yang baik ini dapat dipelihara dan di manfaatkan dengan sebaik- baiknya,” terangnya.
“Kami senang memiliki tanaman kelas sendiri, apalagi kami memiliki beragam jenis tanaman hias juga ada tanaman obat-obatan, selain mempraktekkan ilmu dari pelajaran IPA, kami juga ikut menjalankan sunnah nabi dalam menjaga kebersihan,” ucap Nabila, siswi kelas XI Animasi SMKN 1 Gandapura.
Untuk merawat taman kelas tersebut, beberapa siswa yang tergabung dalam piket harian menyediakan penyiraman bahkan penempatan diteras kelas agar mendapatkan sinar matahari secara langsung.
Untuk merawat taman kelas, beberapa siswa yang tergabung dalam petugas kebersihan kelas berkewajiban menyiram dan memeliharanya. (SR)
Editor Tim humas






