Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh resmi merilis jadwal sekolah Ramadan 2026.

Melalui SE No. tahun 2026 tentang Pembelajaran selama Ramadan, Disdik Aceh  mengumumkan bahwa kegiatan belajar selama Ramadan tidak sepenuhnya diliburkan. 

Ada skema belajar Ramadan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran ibadah, kesehatan peserta didik, dan keberlangsungan proses pendidikan.

Dalam pengumuman tersebut, terdapat tiga fase penting dalam aturan sekolah Ramadan 2026.

Pertama, belajar luar sekolah Februari 2026 dijadwalkan pada 18–21 Februari 2026. 

Pada periode ini, kegiatan pembelajaran dilakukan di luar satuan pendidikan. Skema ini umumnya dimaknai sebagai penyesuaian aktivitas belajar yang lebih fleksibel, memberi ruang adaptasi menjelang bulan suci.

Kedua, sekolah kembali tatap muka pada 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Artinya, proses belajar mengajar tetap berjalan aktif selama sebagian besar Ramadan. 

Ini menegaskan bahwa Ramadan bukan berarti berhenti belajar, melainkan menata ulang ritme agar tetap produktif.

Ketiga, pemerintah menetapkan libur sekolah Maret 2026 dalam dua tahap, yakni 16–24 Maret 2026.

Libur pasca-Ramadan ini memberi kesempatan bagi peserta didik untuk merayakan Idulfitri dan berkumpul bersama keluarga sebelum kembali ke aktivitas akademik.

Jika mengacu pada kalender pendidikan 2026, pola ini menunjukkan pendekatan moderat yaitu tidak terlalu longgar, namun tetap mempertimbangkan kondisi fisik dan spiritual siswa selama Ramadan.

Bagi orang tua, memahami detail jadwal sekolah Ramadan 2026 bukan sekadar soal mencatat tanggal. 

Skema ini juga mencerminkan pembelajaran dari tahun-tahun sebelumnya, ketika penyesuaian jadwal menjadi kunci menjaga kualitas pendidikan tanpa mengabaikan nilai-nilai ibadah. 

Pemerintah menegaskan bahwa kegiatan belajar tetap berlangsung, hanya format dan waktunya yang diatur lebih adaptif.

Dengan jadwal yang sudah diumumkan lebih awal, masyarakat kini memiliki kepastian. 

Ramadan memang bulan refleksi dan ibadah, tetapi pendidikan tetap berjalan. 

Orang tua, guru, dan siswa diharapkan dapat bersinergi agar momentum Ramadan 2026 menjadi periode yang seimbang  yaitu produktif secara akademik, sekaligus khusyuk secara spiritual.

Editor Humas

SMKN 1 Gandapura menggelar rapat persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Sabtu, 14 Februari 2026. Rapat yang berlangsung di ruang kepala sekolah ini dihadiri oleh wakil kepala sekolah, para ketua jurusan, operator sekolah, bendahara sekolah, dan kepala tata usaha serta kepala sekolah.

Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai aspek penting terkait pelaksanaan PPDB, termasuk mekanisme pendaftaran, strategi sosialisasi, serta teknis pelaksanaan seleksi calon siswa baru. Bapak Feri Irawan, melalui WKS Bidang Kesiswaan Nurliana,  menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara panitia agar proses penerimaan siswa baru dapat berjalan dengan lancar dan transparan.

“Kita harus memastikan bahwa PPDB tahun ini berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Transparansi dan pelayanan yang maksimal harus menjadi prioritas utama kita agar calon peserta didik dan orang tua merasa ia nyaman dalam proses pendaftaran,” ujar Nurliana dalam arahannya.

Selain itu, dalam rapat ini juga dibahas berbagai inovasi untuk meningkatkan daya tarik sekolah, termasuk pemanfaatan teknologi dalam proses pendaftaran online serta strategi promosi melalui media sosial dan kunjungan ke sekolah-sekolah terdekat.

Seluruh peserta rapat yang hadir menyatakan kesiapannya dalam menjalankan tugas masing-masing guna menyukseskan PPDB tahun ini. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, SMKN 1 Gandapura optimis dapat menjaring calon peserta didik berkualitas yang siap berkembang di dunia pendidikan kejuruan.

Dengan berakhirnya rapat ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja sama dengan baik demi kelancaran PPDB Tahun Ajaran 2026/2027. SMKN 1 Gandapura terus berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para siswa dan masyarakat.

Penulis/editor Humas

Sabtu pagi (14/2/26), suasana di lingkungan SMKN 1, Gandapura tampak berbeda dari biasa. Tak ada deru diskusi di dalam kelas, yang ada justru keramaian siswa dengan membawa peralatan kebersihan.

Sebanyak 672 siswa dari jenjang kelas 10 hingga 12 bersiap dengan sapu, kain pel, hingga alat pembersih di tangan. Mereka akan melaksanakan aksi bersih-bersih masjid.

Mengusung tajuk “Masjid Glow Up”, kegiatan ini menjadi bentuk Tarhib Ramadan atau penyambutan bulan suci dengan cara yang sangat konkret: memastikan rumah ibadah dalam kondisi prima, bersih, dan nyaman bagi jamaah.

Setiap kelas bertanggung jawab atas satu lokasi yang sebelumnya telah mereka survei secara mandiri. Visi besarnya jelas, yakni menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang modern dan representatif, sekaligus menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk berkhidmat.

Tanamkan Rasa Cinta Masjid

Feri Irawan, kepala SMKN 1 Gandapura, menekankan bahwa kegiatan ini adalah program Dinas Pendidikan Aceh dan  upaya sekolah untuk membentengi iman siswa.

“Kami ingin mendekatkan kembali generasi muda dengan masjid. Mereka adalah calon pemimpin Islam masa depan, maka rasa memiliki terhadap masjid harus ditanamkan sejak dini agar mereka senantiasa menjaga dan meramaikannya,” ujarnya penuh harap.

Bagi para siswa, kegiatan ini memberikan warna baru dalam proses belajar. Muhammad, salah satu siswa kelas 11, mengaku senang bisa terjun langsung ke lapangan.

“Biasanya kita hanya datang untuk salat, tapi sekarang kita tahu rasanya merawat masjid. Ada rasa puas melihat masjid jadi lebih wangi dan rapi sebelum Ramadan tiba,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, yang mendampingi. “Anak anak menanamkan rasa sayang dan cinta pada masjid, supaya lebih bisa dekat dengan Allah SWT serta mengenalkan Islam itu bersih dan anak-anak paham arti kebersamaan”, ujar Nurliana, WKS Bidang Kesiswaan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memupuk ukhuwah islamiyah yang erat, tidak hanya antar siswa namun juga dengan masyarakat luas. Dengan kembalinya fungsi masjid sebagai sentral kegiatan umat yang bersih dan nyaman, SMKN 1, Gandapura berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum transformasi spiritual bagi seluruh siswanya.

Penulis/editor humas

Alhamdulillah bersyukur kepada Allah, bahwa kita akan menyambut tamu istimewa, yaitu bulan suci Ramadhan 1447H. Bulan yang disebutkan dalam Al-Qur'an maupun Al-Hadis sebagai bulan yang penuh dengan keberkahan. Layaknya kita ingin menyambut tamu yang mulia di rumah kita, pastilah kita menyiapkan hal-hal terbaik agar tamu kita merasa nyaman dan hati kita merasa puas. 

Setidaknya ada lima yang perlu dipersiapkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Hal ini seperti yang disampaikan Tgk. Rahmatin Insani dari Dayah Cot Trueng, Jum'at (13/2) pagi di SMKN 1 Gandapura saat memberikan tausiah pada kegiatan bimbingan agama kepada siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Pertama. menjaga hatinya dari segala perbuatan yang dapat merusak kesucian hati. Di antara amal yang dianjurkan adalah selalu menjaga niat agar tidak menyimpang. Betapa banyak amalan yang tampak sepele, namun menjadi pahalanya yang besar disebabkan oleh niatnya yang benar. Sebaliknya, begitu banyak amalan berpahala besar namun menjadi tidak bernilai karena niatnya yang salah. Maka hendaknya setiap aktivitas baik kita diniatkan semata-mata hanya untuk mengharap ridha Allah SWT, walaupun hanya sekedar membuang  sampah pada tempatnya atau mengambil sampah yang terlihat di depan mata. 

Kedua, menyusun rencana apa saja target yang ingin dicapai selama bulan Ramadhan. Misalnya ingin khatam membaca 30 juz al-Qur'an, atau memberi makan 100 porsi kepada yatim piatu, berkunjung kepada saudara, tidak bolong salat tarawih, dan sebagainya. Target-target tersebut perlu disiapkan agar menjadi panduan dan motivasi kita selama berada di dalam bulan Ramadhan. Supaya Ramadhan tidak berlalu secara sia-sia. Karena belum tentu kita bisa berada pada Ramadhan selanjutnya, maka harus dimaksimalkan dengan menyusun dan merealisasikan target-target yang sudah kita buat jauh-jauh hari.

Ketiga, membekali diri dengan ilmu seputar Ramadhan sebanyak mungkin. Baik itu ilmu sebelum, ketika, ataupun sesudah Ramadhan. Hendaknya kita menguasai ilmu-ilmu tesebut. Hal ini sebagai wujud bahwa kita betul-betul senang dan gembira menyambut Ramadhan dan tidak ingin melewatinya begitu saja. Agar setiap detik yang kita lewati menjadi lebih bermakna dan indah. Contoh dari ilmu-ilmu tersebut adalah, apa saja yang dianjurkan dan dilarang selama sedang beribadah puasa, apa ibadah lanjutan setelah kita melewati bulan Ramadhan, dsb. Dengan ilmu yang mapan, kita akan semangat dan menikmati untuk menjalankan perintah Allah, dan semangat untuk menjauhi larangan Allah SWT.

Keempat, Persiapan harta. Islam memiliki banyak sekali jenis ibadah yang menuntut kita untuk mengeluarkan harta. Misalnya adalah infaq, naik haji, atau ibadah zakat fitri yang khusus berada di bulan Ramadhan. Jika kita tidak memiliki harta, maka kita tidak akan bisa beribadah tersebut. Oleh karena itu sedari sekarang kami persiapkan, kami sisihkan setiap rupiah yang kami miliki agar dapat kami salurkan selama bulan Ramadhan kepada yang membutuhkan. Baik itu dalam skema zakat, infaq, ataupun shadaqah. 

Kelima,  senantiasa menjaga kebugaran atau kesehatan tubuh. Di antara hal yang bisa kita lakukan adalah menjaga pola makan kita dengan baik, supaya makan dengan teratur dan sehat. Kemudian menjaga pola tidur kita. Memperbanyak konsumsi air mineral dan mengurangi minuman manis. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah olahraga setidaknya 20-30 menit per hari. Semua itu kita lakukan dengan niat beribadah kepada Allah, dan tentunya dengan harapan agar kita selalu berada dalam kondisi yang prima selama menjalani ibadah di bulan Ramadhan.

Inilah setidaknya lima persiapan yang dapat kita lakukan sejak sekarang. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik kita. Jangan sampai kita termasuk golongan orang yang didoakan malaikat Jibril dan diaminkan Nabi SAW, yaitu golongan orang yang rugi, ketika ia menjumpai Ramadhan, namun tidak diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.

Penulis/editor Humas

Sebanyak 36 siswa dari Kompetensi Keahlian Peternakan SMKN 1 Gandapura melakukan kunjungan industri ke Adivul Al Kausar, Aceh Utara. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (11/2/2026)

Gandapura- Sebanyak 36 siswa dari Kompetensi Keahlian Peternakan SMKN 1 Gandapura melakukan kunjungan industri ke Adivul Al Kausar, Aceh Utara. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (11/2/2026),  bertujuan untuk memperluas wawasan siswa terkait dunia peternakan modern, khususnya dalam hal sarana produksi peternakan .

Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari pemilik CV. Adivul Al Kausar yang menyampaikan apresiasinya atas semangat belajar siswa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara SMK dan industri dalam membentuk peternak muda yang kompeten.

“Kami merasa bangga dan senang menerima kunjungan siswa. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus bersinergi dengan dunia akademik,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi siswa, drh. Julia, guru Jurusan Peternakan SMKN 1 Gandapura, yang menyampaikan rasa kagumnya terhadap sistem bisnis terintegrasi yang dimiliki oleh CV. Adivul Al Kausar.

“Saya sangat antusias melihat proses bisnis peternakan di CV. Adivul Al Kausar. Ini bisa menjadi inspirasi besar bagi siswa,” ungkapnya.

Kegiatan kunjungan industri ini memperkuat kerja sama antara SMKN 1 Gandapura dan CV. Adivul Al Kausar. Sinergi ini diharapkan mampu mencetak generasi peternak muda yang siap bersaing di dunia agribisnis modern. []





Siswa SMKN 1 Gandapura, jurusan Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan Busana

Gandapura – Industri fashion terus melaju dengan ritme yang kian dinamis. Dunia mode bukan lagi sekadar soal busana, melainkan perpaduan harmonis antara kreativitas, teknologi, dan strategi bisnis. Jurusan yang mampu menyatukan ketiganya tentu memiliki prospek karier yang menjanjikan, baik sebagai fashion designer, content creator, maupun fashion entrepreneur.

Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan Busana SMKN 1 Gandapura hadir sebagai ruang tumbuh bagi generasi kreatif yang ingin memahami industri fashion secara menyeluruh. Di sinilah para lulusan SMP dapat mempelajari setiap detail prosesnya dari gagasan hingga karya, dari karya hingga bernilai di pasar.

Selama menempuh pendidikan di SMKN 1 Gandapura, siswa akan dibimbing menelusuri seluruh tahapan penciptaan busana: merancang desain, memilih bahan terbaik, membuat pola dengan presisi, hingga menjahit dengan keterampilan tinggi. Tak hanya itu, mereka juga mempelajari perkembangan tren, strategi bisnis, serta teknik pemasaran modern. Perpaduan seni, kreativitas, dan keterampilan teknis ini mempersiapkan lulusan menjadi desainer, stylist, maupun pengusaha muda di industri mode yang terus bergerak maju.

Bagi kamu yang memiliki minat dan kecintaan pada fashion, tekstil, dan seni; gemar bereksperimen dengan gaya; serta ingin menjadi pencipta tren, bukan sekadar pengikut di sinilah tempatmu.

Mari berkarya tanpa batas bersama Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan Busana SMKN 1 Gandapura. Saatnya mewujudkan mimpi dan menjahit masa depanmu dengan penuh percaya diri. []




Gandapura – Praktik "mindfulness" di lingkungan sekolah menjadi oase ketenangan di tengah padatnya aktivitas belajar. Kegiatan ini membantu siswa mengelola stres, menajamkan fokus, menata emosi, serta memperkuat kesejahteraan mental secara menyeluruh.

Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan yang dilaksanakan siswa SMKN 1 Gandapura pada Rabu (11/2/2026) di halaman sekolah, bertepatan dengan rutinitas Pagi Ceria. Di bawah langit pagi yang teduh, para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh khidmat.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Wakasis), Nurliana, S.Pd., M.Pd., yang dengan penuh ketenangan mengarahkan siswa untuk sejenak berhenti, menyadari napas, dan menghadirkan pikiran sepenuhnya pada momen yang dijalani.

Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, S.Si., M.Pd., melalui Wakasis Nurliana, menyampaikan bahwa praktik mindfulness sangat penting, khususnya bagi siswa yang memiliki tingkat konsentrasi belajar rendah. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, seperti minimnya motivasi dan tekanan emosional, maupun faktor eksternal yang turut memengaruhi proses belajar. 

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap siswa mampu membangun ketenangan batin yang berdampak positif pada prestasi dan perkembangan diri mereka. []