Kepala SMKN 1 Gandapura Tekankan Pentingnya Strategi Pemilihan Prodi SNBP 2026

Kepala SMKN 1 Gandapura Feri Irawan, S.Si, M.Si saat memberi arahan dan penjelasan kepada siswa kelas XII di Labkom, Jum,at (6/2/2025)

Gandapura- Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menghadirkan tantangan baru bagi sekolah. Peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan kepala sekolah (kepsek) menjadi kunci dalam membimbing siswa memilih program studi.

Bagi siswa kelas 12 yang masuk dalam kategori eligible, pendaftaran  Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 sering kali memicu dilema besar dalam pemilihan program studi (prodi). Tak jarang, seorang siswa memiliki minat silang pada dua bidang yang sangat kontras, misalnya ingin mendaftar di prodi Pendidikan Teknik Otomotif sekaligus mengincar prodi Teknik Komputer.

Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, S.Si, M.Pd menekankan, pentingnya strategi pemilihan program studi. "Melihat tren penerimaan tahun sebelumnya bisa menjadi acuan realistis bagi siswa untuk meningkatkan peluang diterima di perguruan tinggi,” ujarnya dalam arahan pengisian pemilihan prodi kepada siswa yang telah memiliki akun SNBP, Jum'at (6/2/2026) siang di Laboratorium Komputer sekolah .

Pertanyaannya, apakah strategi pemilihan dua prodi yang berbeda rumpun ilmu ini memungkinkan dan efektif untuk menembus seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun ini?

Atas dasar itulah, Feri Irawan bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Julaidar, S.Pd, M.Pd, memberikan penjelasan mendalam terkait mekanisme seleksi tersebut. Ia menekankan bahwa kunci utama dalam SNBP bukan sekadar minat, melainkan keselarasan (link and match) antara rekam jejak akademik siswa dengan syarat prodi tujuan.

Feri  mengingatkan, bahwa kuota besar tidak menjamin penerimaan tanpa pemilihan prodi yang tepat.

Lebih lanjut, Feri, memilih jurusan di jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak bisa dilakukan secara asal. Kesalahan strategi dalam menentukan program studi bisa membuat peluang lolos semakin kecil, meskipun kamu termasuk siswa eligible, jelasnya 

Kepsek menjelaskan bahwa bobot penilaian SNBP 2026 tidak hanya bersandar pada rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran. Ada komponen krusial lain, yaitu nilai maksimal dua mata pelajaran (mapel) pendukung yang harus relevan dengan prodi yang dituju, serta prestasi tambahan jika ada.

Selain rapor, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga berperan sebagai validator autentik. Pada jenjang SMA/sederajat, siswa diuji pada mapel pilihan di samping mapel wajib. Feri mengingatkan, jika mapel pendukung atau mapel pilihan TKA siswa tidak sinkron dengan persyaratan prodi, maka peluang lolos akan sangat tipis.

"Jika mata pelajaran pendukungnya tidak sesuai, sebenarnya menjadi tidak cocok untuk mendaftar di prodi tersebut. Harus ada keselarasan (in-line) antara mapel pilihan yang diambil siswa dengan mapel pendukung yang disyaratkan oleh prodi," ujar Feri dalam penjelasannya. 

Menutup Feri, agar tidak salah langkah, berikut tips memilih jurusan SNBP yang tepat dan realistis untuk meningkatkan peluang diterima di PTN impian.

Pertama, pahami aturan SNBP dan strategi pemilihan jurusan. Kedua, cek daya tampung dan jumlah peminat jurusan. Pilih jurusan sesuai minat dan bakat. Ketiga, cocokkan jurusan dengan nilai akademik dan prestasi. Keempat,  oerhatikan aturan linas jurusan. Kelima,  jonsultasi dengan guru, mentor, dan alumni.

Kepada siswa kepala sekolah supaya keputusan memilih prodi sebaiknya tidak diambil sendirian. Diskusikan pilihan dengan guru BK, wali kelas, alumni, atau mahasiswa aktif dari jurusan incaran. []