![]() |
| Muhammad Riski Juara I Lomba Desai Poster saat menerima piagam penghargaan dari Wakasis Nurliana, S.Pd, M.Pd, Jum'at 11 September 2026/ Foto: SR |
Prestasi membanggakan ditorehkan Muhammad Riski siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMKN 1 Gandapura. Ia berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Desain Poster yang diselenggarakan sekolah dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-67 Tahun 2026.
Pengumuman pemenang sekaligus penyerahan hadiah dilaksanakan, Jum'at 11 September 2026 pagi setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat.
Kompetisi ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kelas di SMKN 1 Gandapura. Tercatat sebanyak 25 peserta mengirimkan karya Desain Poster, namun hanya 3 karya yang dinyatakan juara 1, juara 2, dan juara 3. Untuk juara 2 diraih Khairul Azam dari kelas X Teknik Pengelasan, dan Juara 3 diraih Rafa Alfata kelas X Animasi. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme sekaligus ketatnya persaingan dalam ajang tersebut.
Proses penilaian dilaksanakan pada 3-6 September 2026 oleh tim juri yang terdiri dari Tim Kreatif Humas SMKN 1 Gandapura. Penilaian dilakukan secara objektif dan profesional dengan mempertimbangkan sejumlah aspek utama, antara lain kesesuaian materi atau layanan, kesesuaian konten poster dengan karakteristik lomba, proses pembelajaran atau layanan pendidikan yang ditampilkan, kreativitas dan inovasi, kualitas teknis grafis, serta kesesuaian aspek teknis secara keseluruhan.
Di tengah persaingan yang ketat tersebut, karya desai poster yang dibuat Muhammad Riski mampu mencuri perhatian dewan juri dan menempatkannya sebagai juara pertama. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Gandapura sebagai jurusan vokasi berbasis otomotif yang terus mendorong inovasi dalam pembelajaran.
Saat dikonfirmasi usai pengumuman, Muhammad Riski mengaku tidak menyangka dapat meraih posisi juara dalam ajang bergengsi sekolah tersebut. Ia menyebut pencapaian ini menjadi motivasi besar untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas diri sebagai siswa.
“Saya tidak menyangka tampil sebagai juara. Hasil ini memacu saya untuk terus berprestasi,” ungkapnya.
Muhammad Riski juga menambahkan, proses pembuatan karya tersebut membutuhkan kreativitas, ketelitian, serta pemahaman mendalam terhadap konten. Ia berharap karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi materi lomba, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media branding sekolah dan inspiratif bagi siswa. Desain Poster dengan judul " Jejak yang Tak Boleh Hilang" ingin berpesan bahwa lintas generasi tidak boleh melupakan warisan Indatu yang hari ini kita di sibukkan dengan gawai dan mulai melupakan identitas Aceh.
Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, S.Si MPd memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih oleh salah satu siswanya tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata kualitas siswa di lingkungan SMKN 1 Gandapura. “Saya bangga atas prestasi yang diraih siswa ini. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SMKN 1 Gandapura sangat berkualitas,” ujarnya.
Feri menegaskan bahwa pihak sekolah terus mendorong para siswa untuk aktif berinovasi dan mengikuti berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Ia meyakini bahwa peningkatan kompetensi siswa akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran yang diterima oleh siswa.
Prestasi yang diraih Muhammad Riski, Khairul Azam, dan Rafa Alfata diharapkan menjadi pemicu semangat bagi siswa-siswa lain untuk terus berkarya dan berinovasi. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan mengemas aktivitas dalam bentuk digital menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh masa kini.
Dengan lomba kreatif dan edukatif ini, SMKN 1 Gandapura kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya unggul dalam mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga dalam menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Kepala SMKN 1 Gandapura Feri Irawan, menegaskan, melalui kegiatan ini, sekolah ingin menumbuhkan kreativitas, sportivitas, serta karakter positif peserta didik sesuai dengan nilai-nilai pendidikan daerah.
“Melalui kegiatan lomba ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta membangun karakter unggul yang siap menghadapi dunia kerja dan masa depan," jelas Feri.
Penulis/editor SR
